Remaja Begadang dan Bunuh Diri

Sobat, tahu lagu Rhoma Irama: “Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kalau ada perlunya.”

Nah, seperti kata Rhoma, kalau kita bergadang karena ada PR atau tugas kuliah, maka itu boleh-boleh saja. Tapi jangan pula begadang karena hal-hal yang bisa ditinggalkan atau dilakukan diwaktu senggang. Kegiatan yang tidak “penting” tapi sering membuat remaja begadang misalnya nonton film, ngobrol sama teman, main game, atau sekadar buka-buka akun medsos. Tahukah kamu bahwa hanya 31% remaja yang memiliki waktu tidur ideal delapan jam setiap malam. Selebihnya, lebih banyak yang bablas baru tidur menjelang dini hari.


Ini sepertinya ringan, padahal kalau dibiarkan, kurang tidur bisa menimbulkan konsekuensi serius bagi remaja. Efek tersebut bisa mereka rasakan dari waktu ke waktu. Bahkan, penelitian dr. James E. Gangwisch dan teman-teman dari Pusat Kesehatan, University Columbia di New York City,  mengemukakan bahwa remaja yang mempunyai orangtua sering memaksa  anaknya untuk tidur jam 10 malam  atau lebih awal ternyata mempunyai masalah depresi dan keinginan bunuh diri lebih sedikit dibandingkan dengan remaja yang mempunyai orangtua yang membiarkan anaknya untuk tidur tengah malam atau lewat tengah malam. Wooow…

Beberapa bahaya lain dari begadang adalah sebagai berikut:

Peningkat risiko kecelakaan lalu lintas
Lebih dari 100 ribu kecelakaan mobil terjadi setiap tahun akibat pengemudi kelelahan dan mengantuk. Para pengemudi tersebut umumnya berusia di bawah 25 tahun. Selain risiko mengantuk saat mengemudi, kurang tidur kronis pada remaja bisa mengakibatkan mereka lalai dan bereaksi lebih lambat sehingga bisa meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan.

Masalah kesehatan fisik
Kurang tidur dapat mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik remaja secara keseluruhan. Remaja yang dengan waktu tidur kurang lebih sering mengeluh tentang masalah kesehatan, seperti sakit perut, sakit kepala, sakit punggung, bahkan berisiko terkena tekanan darah tinggi.

Gangguan memori dan pembelajaran

Remaja yang tidak mendapatkan waktu tidur cukup berpeluang tinggi untuk tertidur di kelas sehingga sulit untuk berkonsentrasi dalam memperhatikan pelajaran. Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan memori yang berpengaruh buruk pada pendidikan dan prestasi akademik remaja secara keseluruhan.

Berisiko tinggi mengalami obesitas
Banyak studi penelitian yang menyebutkan adanya pengaruh kurang tidur dengan obesitas pada anak-anak dan orang dewasa. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengontrol nafsu makan, serta menurunkan motivasi dan energi yang mengurangi motivasi remaja untuk berolahraga. Dengan demikian peluang mereka untuk menderita obesitas pun semakin tinggi.

Masalah kesehatan mental
Remaja yang kurang tidur memiliki mood atau suasana hati yang mudah berubah. Mereka juga mudah marah, mempunyai tingkat kecemasan yang tinggi, dan kesulitan mengontrol amarah tersebut.

So, mulai saat ini mari kita atur waktu tidur kita :)

 

Sumber:

http://klikdokter.com/healthnewstopics/tips-hidup-sehat/begadang-remaja-rentan-bunuh-diri

http://news.okezone.com/read/2014/09/09/373/1036515/5-bahaya-kurang-tidur-bagi-remaja

http://www.businessinsider.com/sleepless-elite-2011-4?IR=T&